Mengulik Peran Sungai Brantas di Masa Kerajaan Majapahit

Dahulu di Indonesia pernah berdiri kerajaan Hindu Budha yang begitu berjaya di zamannya, yang mana kerajaan tersebut bernama Majapahit. Kerajaan yang melegenda ini, ternyata memiliki lokasi yang begitu strategis. Letak strategis tersebut karena Majapahit berdiri di bantaran sungai Brantas yang berada di pedalaman Trowulan. Dimana sungai tersebut memiliki peranan yang sangat penting untuk kerajaan Majapahit. Jika Anda penasaran, berikut peranan Brantas untuk kerajaan Majapahit.

Peranan Brantas di Masa Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit bisa dikatakan sebuah negara agraris dan maritim, sehingga kerajaan ini sangat bergantung kepada sungai sebagai penunjang kegiatan sehari hari baik itu untuk sarana transportasi ataupun irigasi. Namun tidak hanya itu, sungai ini ternyata juga dimanfaatkan masyarakat Majapahit untuk kegiatan pertanian dengan bercocok tanam, menangkap ikan, dan juga berdagang.

Selain itu, adanya kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa juga tidak lepas dari peranan anak aliran Brantas. Yang mana anak aliran sungai tersebut sangat memudahkan masyarakat untuk mendistribusikan barang barang secara cepat, yakni dengan menggunakan perahu atau rakit. Perlu diketahui sungai kedua yang terpanjang di pulau Jawa ini, memiliki hulu di desa Sumber Brantas, Bumiaji, kota Batu.

Di masa Majapahit, sungai satu ini juga memiliki peranan besar seiring dengan dibangunnya pemukiman pemukiman penduduk di sekitar aliran Brantas. Hal ini dikarenakan sepanjang aliran sungai sangat subur dan cocok untuk perniagaan. Selain itu, Brantas juga bisa menjadi akses penghubung yang lebih aman dan cepat antar daerah pedalaman dengan wilayah pesisir. Karena letaknya yang di pedalaman, Majapahit berhasil memanfaatkan Brantas sebagai penghubung ke laut lepas.

Terbentuknya Brantas Menurut Sejarah Geologisnya

Seorang ilmuwan Geografi bernama Daldjonei di dalam bukunya menyebutkan bahwa sesuai sejarah geologis Brantas, dataran rendah lembah Brantas dari Blitar hingga Mojokerto dulunya adalah sebuah teluk lautan. Yang mana teluk tersebut lama kelamaan terisi oleh elfata gunung berapi yang mengapitnya. Dimana hal tersebut dapat dibuktikan dengan ciri ciri tanah sungai Brantas yang masih memiliki hubungan dengan letusan gunung berapi.

Menurut Tanudirjo seorang arkeolog UGM, secara geografis wilayah Brantas memang cocok untuk pengembangan pertanian sawah dengan menggunakan sistem irigasi yang teratur. Sehingga tidak mengherankan jika wilayah tersebut di zaman dahulu, menjadi salah satu pusat kekuasaan dan pemerintahan di Jawa bagian timur. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya prasasti Harinjing, yang di dalamnya menyebutkan pembangunan sistem irigasi.

Demikian ulasan mengenai peranan Brantas di masa kerajaan Majapahit. Hingga saat ini pun sungai tersebut masih memiliki peranan penting untuk masyarakat yang hidup di sekitarnya. Namun sayangnya, saat ini keadaan Brantas sangat memprihatinkan. Pasalnya tingkat pencemarannya sudah melewati ambang batas, sehingga berpengaruh kepada biota perairan dan kesehatan penduduk yang memanfaatkan sungai. Untuk itu, mari mulai peduli dengan keadaan perairan Brantas.

 

 

Similar Posts