Daftar Startup Pertanian di Indonesia Terbaik Tahun 2020

Sudah waktunya para petani di Indonesia memanfaatkan teknologi yang ada untuk kepentingan usaha yang mereka jalankan. Mereka bisa menggunakan media seperti internet untuk memasarkan produk dari hasil yang mereka tanam. Mereka tidak perlu lagi menjual ke tengkulak yang memberi harga sangat murah, lalu dijual dengan harga tinggi lagi. Sudah jelas petani akan merugi dan kata sejahtera semakin jauh.

Di zaman sekarang ini telah banyak muncul startup pertanian. Terlebih di Indonesia yang dikenal sebagai negeri agraris. Akan jauh lebih baik jika petani tersebut berkumpul dan bersatu membuat startup sendiri yang menaungi semua kepentingan petani. Sebagai referensi, kami akan memberikan rekomendasi beberapa startup pertanian di Indonesia terbaik yang ada saat ini.

1. iGrow

Startup pertanian pertama yang kami rekomendasikan untuk kamu adalah iGrow. Kehadiran iGrow bisa dibilang menjadi jembatan penghubung antara para petani, investor dan juga konsumen dari produk pertanian tersebut. Startup iGrow meluncurkan aplikasi dengan tujuan untuk memudahkan siapa saja untuk bisa berinvestasi di bidang pertanian untuk sektor apapun.

Para investor bisa menanam investasi untuk sektor pertanian tertentu. Petani bisa mendapat dana dari investor untuk keperluan tanam menanam tersebut dan sekaligus bisa menjual produk pertanian mereka melalui startup iGrow ini. Sedangkan konsumen bisa membeli produk pertanian yang berkualitas dari tangan pertama yaitu dari petani langsung.

2. Pantau Harga

Startup pertanian berikutnya yang kami rekomendasikan untuk kamu ketahui adalah Pantau Harga. Start up yang satu ini sangat membantu untuk siapa saja yang ingin mengetahui harga hasil pertanian di pasar untuk hari ini. Bagi petani sendiri, dengan adanya startup Pantau Harga ini jelas memiliki keuntungan sendiri bagi para petani.

Petani bisa mengetahui harga produk pertanian di pasar saat ini, sehingga mereka bisa menjual produk pertanian tersebut dengan harga yang sesuai pasar dan tidak ditipu dengan pemborong yang membeli dengan harga murah keterlaluan. Selain memiliki keuntungan bagi petani, startup Pantau Harga juga menguntungkan bagi konsumen untuk mengetahui harga terlebih dahulu sebelum membeli produk pertanian.

3. Kecipir

Startup pertanian berikutnya yang kami rekomendasikan untuk kamu ketahui adalah Kecipir. Nama kecipir sendiri merujuk pada salah satu jenis sayuran hijau yang kaya akan kandungan gizi. Sebenarnya startup pertanian Kecipir ini dahulu bernama LOFMart. Namun, pemilik startup tersebut memiliki insting nama tersebut kurang menjual dan tidak lekat dalam ingatan konsumen.

Atas dasar itu, nama LOFMart kemudian diubah menjadi Kecipir. Dan sudah jelas nama Kecipir mudah diingat dibanding dengan LOFMart. Startup Kecipir ini memberi kesempatan bagi petani untuk mendistribusikan hasil panen berupa sayuran ke pembeli secara langsung melalui startup Kecipir ini. Dengan begitu petani bisa menentukan sendiri harga jual dari produk pertanian tersebut.

4. TaniHub

Startup pertanian berikutnya yang memiliki kredibilitas adalah TaniHub. Konsep yang diusung oleh startup ini adalah petani bisa mendistribusikan produk pertanian tanpa harus melalui agen. Memang dari konsep antara TaniHub dengan Kecipir hampir tak ada beda. TaniHub ini memberi kesempatan bagi petani untuk menjual hasil panen berupa produk pertanian secara langsung pada pembeli.

Disini petani tidak akan dirugikan dengan adanya agen. Terkadang malah agen membuat petani merugi karena mereka membeli dengan harga yang murah, akan tetapi mereka menjual dengan harga yang selangit. Dengan adanya TaniHub, para petani bisa menentukan sendiri berapa harga jual yang bisa membuat petani diuntungkan.

5. Sikumis

Startup pertanian berikutnya yang kami rekomendasikan untuk kamu ketahui adalah Sikumis. Berbeda dengan beberapa startup sebelumnya yang hanya terfokus pada pertanian semata, startup Sikumis ini memberi peluang dan kesempatan tak hanya untuk petani, bahkan untuk para peternak untuk menjual hasil pertanian dan peternakan tersebut di situs Sikumis.

Situs web yang disediakan oleh startup Si Kumis untuk membantu petani dan peternak menjual produk mereka bisa dibilang sangat mudah sehingga petani dan peternak tidak perlu merasa kebingungan. Tercatat sudah ada banyak orang yang berprofesi sebagai petani dan peternak yang merasa terbantu dengan adanya startup Sikumis ini.

6. CI-Agriculture

Startup pertanian berikutnya yang kami rekomendasikan untuk kamu ketahui adalah CI-Agriculture. Startup yang satu ini memberikan bantuan kepada petani untuk berbagai macam keperluan. Petani bisa mengakses CI-Agriculture untuk mengetahui berbagai macam informasi penting yang berkaitan dengan pertanian semisal perkiraan cuaca hari ini, step menanam benih dan lain sebagainya.

Startup yang satu ini cocok bagi para petani pemula atau petani lama yang memang ingin belajar secara teori terkait dengan pertanian. Segala macam informasi tentang pertanian semua tersedia lengkap di situs yang dikelola oleh startup CI-Agriculture tersebut.

Kesimpulan

Nah itulah beberapa startup pertanian yang kami rekomendasikan sebagai bahan referensi jika kamu ingin membuat startup pertanian. Kamu bisa mempelajari lebih detail lagi mengenai cara membangun startup tersebut dengan bergabung bersama akademi bisnis digital Indonesia, sehingga kamu bisa mengembangkan startup dengan lebih baik lagi terutama untuk membantu pertanian di Indonesia. Selain itu kamu juga bisa belajar lewat Nuordertech untuk membaca kisah startup yang sudah sukses.

Similar Posts